Lembut suaramu terdengar lirih di telinga
Hangat semaikan ruang kalbu yang utuh
Sentuhan kasih yang selalu ku terima
Dari belaian tanganmu dengan sejuta cinta
Dengan segenap rasa juga keikhlasan
Kau tumbuhkanku dalam jalan Tuhan
Ibu ..
Dikala pertama mata ini mampu memandang
Hanyalah engkau serta senyummu yang ingin ku lihat
Tangis bahagiamu akan hadirku
Perjuanganmu tuk lahirkanku
Serta kasih dan do'amu yang mendewasakanku
Akan selalu menjadi sebuah alasan bagiku
Agar aku tetap berdiri disini
Diatas tanah dan ribuan asa ini
Untuk melihat secuil bahagiamu karenaku
Untuk mendengar sebaris kata dari bibir manismu
"Anakku, Ibu bahagia dan bangga atas keberhasilanmu"
Juga untuk ku berkata padamu
"Ibu, tiadalah yang dapat aku peroleh
Bila bukan karena do'a yang tulus darimu
Ku persembahkan kebahagiaan ini untukmu
Bagai tanda terima kasih ku atas segala ketulusanmu, Ibu"
Sabtu, 21 Desember 2013
Roda Kemudi
Redup cahaya malam itu
Hampa kosong mata menatap
Satu warna yang terlihat
Gelap gulita hitam pekat
Tiada satu pun semburat
Akan cahaya surgawi
Bertingkah patah
Berkata tak bersuara
Berteriak semakin jatuh
Melangkah semakin dekat
Berlari mencari roda
Titik pangkal tuk kembali
Walau sudah diketahui
Rapuh jalan tuk sampai
Meloncat langkah kaki
Pada jembatan sesak ramai
Merayap dalam kepadatan
Berpegang satu melati
Dengan asa ia kan berarti
Dalam satu rahasia yang inti
Senin, 16 Desember 2013
Rayuan Malam
Kala sang surya telah tertutupi
Lelah bertugas mencahayai bumi
Berganti gelap datang menghampiri
Berkawan rembulan yang menerangi
Bersama bintang yang setia menghiasi
Menambah gemerlap langit tanah ini
Menyelimuti penat yang merajai jiwa
Merayu hasrat ingin berjumpa
Menahan diri tuk segera berbaring
Diatas tempat merakit mimpi
Tempat menuang segala imajinasi
Tiadalah lain yang ingin ku sampaikan
Hanyalah sebaris syair ini
Sebagai wakil raga berjumpa
Tuk ucapkan selamat malam
Semogalah engkau mimpi yang indah
Lelah bertugas mencahayai bumi
Berganti gelap datang menghampiri
Berkawan rembulan yang menerangi
Bersama bintang yang setia menghiasi
Menambah gemerlap langit tanah ini
Menyelimuti penat yang merajai jiwa
Merayu hasrat ingin berjumpa
Menahan diri tuk segera berbaring
Diatas tempat merakit mimpi
Tempat menuang segala imajinasi
Tiadalah lain yang ingin ku sampaikan
Hanyalah sebaris syair ini
Sebagai wakil raga berjumpa
Tuk ucapkan selamat malam
Semogalah engkau mimpi yang indah
Kamis, 12 Desember 2013
Kabut Pelangi
Tuhan-ku ..
Dimanakah Engkau Tuhan ??
Ku berlari terdiam bersimpuh
Hanya tuk mencari-Mu Tuhan
Kan ku sampaikan segala keluh
kesahku
Tuhan-ku Yang Maha Penyayang
Apa yang tengah terjadi padaku ??
Ujian apa yang tengah kau beri ??
Tuhan-ku Yang Maha Adil
Dimanakah aku harus mencari ??
Letak sebuah keadilan yang telah
Kau janji
Ku hanya hamba-Mu Tuhan
Tak mampu aku melewati semua ini
sendiri
Tabahkanlah hati ini
Kuatkanlah dan naikkanlah sabarku
Perteballah tingkat imanku Tuhan
Agar aku dapat sampai pada pelangi
Setelah ku melalui segala kabut
ini
Burung dari Sangkar
Dalam ruang sepi nan hampa
Ku raih pena dan lembar kertas putih
Untuk ku ikuti gerak tangan ini
Melukiskan garis kata luapan rasa hati
Aku sendiri disini
Tiada soerang pun menemani
Hanyalah suara jam yang membunuh sepi
Memecahkan keheningan yang buatku tak sadar diri
Tlah lama ku disini
Berfikir dan merenungi yang tlah terjadi
Mencari tahu sebab dari semua ini
Tanpa terlahir sebuah konflik lagi
Aku ingin bebas
Terbang ke angkasa seperti burung dari sangkar
Menghirup kesejukan awan bumi ini
Tanpa satu pun yang mengikat diri
Yang memaksaku berkelut dengan kelam ini
Catatan Waktu
Tali kasih dipersada asmara
Temui rasa yang tak kunjung reda
Melepas semua hasrat yang bergelora
Dalam relung jiwa anak manusia
Yang kian berhembus nafas cinta
Dan tiadalah lain selain darinya
Yang selalu dipuja hingga mata tak terbuka
Yang mempu mengukir sejuta raut wajah
Hingga air mata pun terkadang turut menemaninya
Entah apalah yang dicarinya
Sebutir permata dalam lautan pasir disana
Bertemu pasir bak permata
Meraih permata dibuang dengan percuma
Biarlah sang waktu yang kan menjawabnya
Sampai ia kan merasa lelah
Letih karena terus berpindah
Dan kan menetap pada satu sangkar tempatnya bermuara
Selasa, 03 Desember 2013
Untukmu Aku , Negri.
Setapak
langkah kaki ku ayunkan
Melangkah
mengikuti liku jalan
Terarah
pada satu tujuan gerbang masa depan
Pembuka
jendela mimpi kunci kebahagiaan
Tempat tuk
meraih semua prestasi dan harapan
Disini
tempat tuk menggali
Disini tempat
tuk menimba
Mengumpulkan
secercah demi secercah pendidikan
Tuk jadi
bekal di suatu masa depan
Tuk jadi
bekal mengabdi pada kehidupan
Sujudku
pada-Mu Tuhan
Beribu
syukur ku haturkan
Atas segala
keindahan yang Engkau berikan
Bimbing aku
, Tuhan
Agar aku
tahu bagaimana harusnya aku nanti
Agar aku
tahu cara tuk mengabdi
Bagai tanda
syukurku atas eloknya alam ini
Langganan:
Komentar (Atom)