Selasa, 26 November 2013

Sejati Manusia

Kupu-kupu terbang indah di siang
Kunang-kunang berkilau cahaya di malam
Begitu pula dengan bulan dan bintang
Gemerlap menghias angkasa malam

Bersama mereka lebih indah
Bersama mereka lebih memukau
Sendiri mereka tak terlihat
Sendiri mereka tak tertoleh

Tak seperti matahari
Walau sendiri ia indah
Walau sendiri ia mampu menyinari sejagad alam ini
Walau hilang ditelan malam,
Namun ia kan hadir lagi tuk terangi siang
Memancarkan cahaya tuk kehidupan alam

Begitulah sejatinya manusia
Walau berjuta rintangan menghadang
Namun haruslah semangat tak terpatahkan
Berkobar membara dan terus memancar
Terjang ribuan dinding masalah didepan
Berjuang berjuang dan selalu berjuang
Tak usah ragu apa lagi takut tak mampu bernafas
Karena hanya ada satu yang bisa membawa ke keabadian
Ialah takdir Tuhan yang telah tergariskan.

( Inspirasi diperoleh dari motivasi yang diberikan oleh Guru MTK SMKN 1 Lamongan. Bpk Fauzy )

Senin, 25 November 2013

Warna Nyata


Tiada terkira air mata kan menyapa
Menghampiri relung jiwa yang berbunga
Namun tiadalah bertahan bunga bermekaran
Keindahan sirna merapuhkan tiang penyangga
Mengombang-ambing sendi yang telah terbina

Hancur lebur tinggal puing yang sisa
Bak abu akibat si jago merah
Tlah meluluhlantakkan semua yang ada
Hanya meninggalkan memory sisa bersama
Terpaut air mata yang tiada batasnya

Kamis, 21 November 2013

Inspirasi Hati

Embun menetes diatas dedaunan
Membasahi serta menyejukkan udara
Berikan pertanda kehidupan kan bermula
Begitu pula pada sebuah rasa
Rasa kasih dan cinta yang dimiliki tiap manusia

Menetes sebuah ketulusan yang suci
Yang tiada ku sadari kapan ia terlahir
Tetapi ku tahu pasti kini yang terjadi
Ia selalu bermuara dalam lembah nurani

Dengarlah oh dengar hai pujaan
Ku eluhkan namamu pada setiap kedipan mata ini
Ku tuliskan syair penyuara hati
Untuk engkau yang selalu menjadi inspirasi

Jumat, 15 November 2013

Senja di Sore Buta

Buka mata hati tuk saksikan dunia
Membara api nurani mengawalinya
Berkobar semangat asa menyulutkan harap
Menggebu menggelegar dalam kalbu
Bersatu padu dengan darah yang mengalir di seluruh tubuh

Dikala waktu masihlah umur jagung
Tak jua lah surut api tuntut ilmu
Berjalan , berlari , terjatuh
Warna yang selalu setia menemani
Janganlah kau pudar hai asa !
Teruslah , berkobarlah , raihlah
Gapai citamu yang jauh di angkasa

Sebelum senja kan tiba
Sebelum ia kan menyapamu dihari tua
Sebelum air darah bersatu mengalir dari mata
sebelum datang seorang kawan
yang ternamai " P E N Y E S A L A N "

Kamis, 14 November 2013

Persimpangan Cahaya

Berjuta detik tlah ku lewati dengan sendiri
Enyahkan bayangmu dalam segala memori
Rasa yang harus segera tuk ku akhiri
Karena ku sadari kini kau tlah jauh pergi
Ingatkan aku bahwa ku hanya P.E.R.N.A.H kau cinta
Lumpuhkan masa kau dan aku pernah kita
Air mata kini tiada lagi berharga
Untuk sebuah penyesalan yang tiada guna

Menata jalan yang tengah rapuh sebab rasa
Akan ketulusan yang berakhir dusta
Sayatan luka yang memaksaku berbeda
Akan akhir sebuah kisah yang tiada pernah terkira

Memori Sukma

Kerlingan mata suci merasuk jauh kedalam sanubari
Enggan tuk terlupa walau jiwa berteriak tuk menanggalkannya
Nyanyian syair terindah selalu terngiang pada setiap langkah
Antara jejak dan degub jantung bergetar seirama
Nafas bak terhenti sejenak ku menatap sepasang mata yang membuat ku cinta
Getaran asmara semakin ku rasa dalam ruang hampa yang ada
Andailah saja waktu dapat berbicara pada dunia
Namun hanyalah airmata yang tercipta tuk lukiskan semua

Tak pernah ku kira sedalam ini ku punya cinta
Engkau yang ku cinta ku cakapkan pada Sang Maha Cinta
Rayuan asmara memori berdua buat ku semakin tak bisa tuk lupa
Ingin hati tuk bersama merajut asa yang pernah ada
Nan bahagia terasa waktu kau dan aku lah K.I.T.A
Disinilah aku bertanya pada hembusan nafas di setiap waktuku
Apalah arti semua ini bila hanya jarak yang ada ??
Hampa ku rasa sunyi hati yang berbekas lara

Ku Tunggu Mentari

Resah gelisah hati menafsirkan kisah
Iringan syair melodi memperkuat tanya
Namun mengapa tak jua ku temukan jawabnya ??
Dimana ku harus kembali berkelana tuk satukan serpih ini ??
Untukmu lah ku berdiri tegak menanti

Kenangan yang menghantui setiap bayang diri
Akan rasa yang teramat namun terlambat
Ukiran masa yang ada peneman sunyi

Canda tawa diatas rasa yang dulu , kini tertoreh lara
Iringan senyuman jiwa tiada pernah lagi ku rasa
Ntah mengapa seolah jiwa tlah tak mampu lagi tuk bahagia
Tak kah kau dengar rintihan suaraku yang selalu menjadikanmu isi di setiap do’a ?
Ataukah memang tiada lagi rasa yang dulu kau punya ?
Kau CINTA , cobalah bertanya pada-Nya Sang Maha Cinta
Untuk jiwa yang selalu menanti mu tuk sinari ruang hampa yang kian nyata