Tiada terkira air mata kan
menyapa
Menghampiri relung jiwa yang
berbunga
Namun tiadalah bertahan bunga
bermekaran
Keindahan sirna merapuhkan tiang
penyangga
Mengombang-ambing sendi yang
telah terbina
Hancur lebur tinggal puing yang
sisa
Bak abu akibat si jago merah
Tlah meluluhlantakkan semua yang
ada
Hanya meninggalkan memory sisa
bersama
Terpaut air mata yang tiada
batasnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar